AHLAN WASAHLAN DI BLOG PONDOK PESANTREN NUR AL TAUHID MARUNDA JAKARTA UTARA

Selasa, 03 Desember 2013

Nadhoman Aqidatul Awam



Nadhoman Aqidatul Awam dari Syekh Ahmad Marzuki
beserta terjemahannya. ini sangat penting untuk dihafalkan bagi anak2 kita generasi penerus Agama karena tanpa berjalan di atas rel aqidah ini anak2 kita tidak akan pernah bisa beragama dengan benar. 

Hanya inilah pegangan kita untuk menjalani perintah agama yang sesuai dengan ajaran Rosulullah dan para Sahabatnya. wajibkan anak2 kita untuk menghafalkannya. semoga bermanfaat....


Senin, 28 Oktober 2013

Silsilah Ulama Aqidah Ahlu Sunah Wal Jamaah ASY'ARIYAH dan MATURIDIYAH INDONESIA


Sanad Madzhab al-Asy'ari di Indonesia

 

1.     Syaikh al-Sunnah, Imam al-Mutakallimin Abu al-Hasan al-Asy'ari (270-330 H/883-947 M).

2.     Syaikh al-Mutakallimin Abu al-Hasan al-Bahili.

3.     Ruknuddin al-Ustadz Abu Ishaq al-Asfarayini (w. 418 H/1027 M). Pengarang al-Jami' fi Ushul al-Din wa al-Radd 'ala al-Mulhidin.

4.     Al-Ustadz Abu al-Qasim Abdul Jabbar bin Ali bin Muhammad bin Haskan al-Asfarayini al-Iskaf (w. 452 H/1034 M).

5.     Imam al-Haramain Dhiyauddin Abu al-Ma'ali Abdul Malik bin Abdullah al-Juwaini (419-478 H/1028-1085 M).

6.     Abu al-Qasim Salman bin Nashir bin Imran al-Anshari al-Arghiyani (w. 512 H/1118 M). Pengarang Syarh al-Irsyad ila Qawathi' al-Adillah fi Ushul al-I'tiqad.

7.     Dhiyauddin Umar bin al-Husain al-Razi (hidup sebelum 559 H/1164 M). Pengarang Syarh al-Irsyad ila Qawathi' al-Adillah fi Ushul al-I'tiqad.

8.    Fakhruddin Muhammad bin Umar al-Razi (544-606 H/1150-1210 M).

9.     Syarafuddin Abu Bakar Muhammad bin Muhammad al-Harawi.

10.  Al-Qadhi Abu Bakar Muhammad bin Abdullah al-Taftazani.

11.  Al-Hafizh Sirajuddin Umar bin Ali al-Qazwini (683-750 H/1284-1349 M).

12.  Majduddin Abu Thahir Muhammad bin Ya'qub al-Lughawi al-Syirazi al-Fairuzabadi (729-817 H/1329-1415 M).

13.  Al-Hafizh Taqiyyuddin Muhammad bin Muhammad bin Fahad al-Makki al-Syafi'i al-'Alawi al-Hasyimi (787-871 H/1385-1466 M).

14.  Syaikh al-Islam, Qadhi al-Qudhat Zainuddin Abu Yahya Zakariya bin Muhammad al-Anshari (826-926 H/1423-1520 M). Pengarang Ihkam al-Dilalah 'ala Tahrir al-Risalah dan Fath al-Ilah al-Majid bi-Idhah Syarh al-'Aqaid.

15.  Syamsuddin Muhammad bin Ahmad al-Ramli (919-1004 H/1513-1596 M).

16.  Ahmad bin Muhammad al-Ghunaimi (964-1044 H/1557-1634 M).

17.  Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin al-'Ala' al-Babili al-Syafi'i al-Azhari (1000-1077 H/1591-1666 M).

18.  Abdullah bin Salim al-Bashri al-Makki al-Syafi'i (1048-1134 H/1638-1722 M).

19.  Salim bin Abdullah al-Bashri al-Syafi'i (w. 1160 H/1747 M).

20.  Syamsuddin Muhammad bin Muhammad al-Dafari al-Syafi'i (w. setelah 1161 H/ M).

21.  Isa bin Ahmad al-Barawi al-Zubairi al-Syafi'i (w. 1182 H/1768 M). Pengarang Hasyiyah 'ala Syarh Jauharat al-Tauhid karya al-Laqqani.

22.  Muhammad bin Ali al-Syanawani al-Syafi'i (w. 1233 H/1818 M). Pengarang Hasyiyah 'ala Syarh Jauharat al-Tauhid karya al-Laqqani.

23.  Utsman bin Hasan al-Dimyathi.

24.  Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan (1231-1304 H/1816-1886 M).

25.  Sayid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Husaini al-Syafi'i (w. 1310 H/1892 M).

26.  Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi (1285-1338 H/1868-1920 M).

27.  Para ulama Tanah Air, seperti KH. Moh. Hasyim Asy'ari Jombang, KH. Nawawi bin Nur Hasan Pasuruan, KH. Muhammad Baqir Yogyakarta, KH. Abdul Wahhab Hasbullah Jombang, KH. Baidhawi bin Abdul Aziz Lasem, KH. Ma'shum bin Ahmad Lasem, KH. Muhammad Dimyathi Termas, KH. Shiddiq bin Abdullah Jember, KH. Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang, KH. Abbas Buntet Cirebon dan lain-lain.

 

 

Sanad Madzhab al-Maturidi di Indonesia

 

1.     Abu Manshur al-Maturidi (w. 333 H/945 M).

2.     Abu Muhammad Abdul Karim bin Musa bin Isa al-Bazdawi (w. 390 H/1000 M).

3.     Husain bin Abdu Karim al-Bazdawi.

4.     Muhammad bin Husain al-Bazdawi.

5.     Al-Qadhi Shadrul Islam Abu al-Yusr Muhammad bin Muhammad bin Husain al-Bazdawi (421-493 H/1030-1100 M).

6.     Al-Hafizh Najmuddin Umar bin Muhammad al-Nasafi (461-537 H/1068-1142 M).

7.     Muhammad bin Muhammad bin Nashr al-Nasafi (w. 693 H/1294 M).

8.     Husamuddin Husain bin Ali al-Saghnaqi (w. 711 H/1311 M). Pengarang Syarh al-Tamhid li-Qawa'id al-Tauhid.

9.     Abu Muhammad Abdullah bin Hajjaj al-Kasyqari.

10.  Syamsuddin Muhammad al-Qurasyi.

11.  Al-Hafizh Ibn Hajar al-'Asqalani (773-852 H/1372-1449 M).

12.  Syaikh al-Islam Zakariya al-Anshari (826-926 H/1423-1520).

13.  Syamsuddin Muhammad bin Ahmad al-Ramli (919-1004 H/1513-1596 M).

14.  Ahmad bin Muhammad bin Yunus al-Qusyasyi al-Dajani al-Husaini (991-1071 H/1583-1661 M).

15.  Burhanuddin Abu al-'Irfan al-Mulla Ibrahim bin Hasan al-Kurani (1025-1101 H/1616-1690 M).

16.  Burhanuddin Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Budairi al-Husaini al-Dimyathi al-Asy'ari al-Syafi'i, populer dengan sebutan Ibn al-Mayyit (w. 1131 H/1719 M).

17.  Muhammad bin Muhammad bin Hasan al-Munir al-Samanudi al-Syafi'i (1099-1199 H/1688-1785 M).

18.  Muhammad bin Ali al-Syanawani (w. 1233 H/1818 M).

19.  Utsman bin Hasan al-Dimyathi.

20.  Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan (1231-1304 H/1816-1886 M).

21.  Sayid Abu Bakar bin Muhammad Syatha al-Dimyathi (w. 1310 H/1892 M).

22.  Syaikh Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi (1285-1338 H/1868-1920 M).

23. Para ulama Tanah Air seperti KH. Moh. Hasyim Asy'ari Jombang, KH. Nawawi bin Nur Hasan Pasuruan, KH. Muhammad Baqir Yogyakarta, KH. Abdul Wahhab Hasbullah Jombang, KH. Baidhawi bin Abdul Aziz Lasem, KH. Ma'shum bin Ahmad Lasem, KH. Muhammad Dimyathi Termas, KH. Shiddiq bin Abdullah Jember, KH. Muhammad Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang, KH. Abbas Buntet Cirebon dan lain-lain.

 

Demikian mata rantai sanad madzhab al-Asy'ari dan madzhab al-Maturidi yang sampai kepada guru-guru kita, para tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Selain sanad di atas, masih banyak jalur-jalur lain yang menyambungkan mata rantai akidah Ahlussunnah Wal-Jama'ah kepada para ulama terdahulu, hingga kepada Rasulullah. Wallahu a'lam.

 

 Struktur genealogi ini diambil dari kitab Kifayat al-Mustafid lima 'Ala min al-Asanid, karya al-Syaikh al-Muhaddits al-Musnid al-Faqih Muhammad Mahfuzh bin Abdullah al-Tarmasi, edisi Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki, terbitan Dar al-Basyair al-Islamiyah, Beirut, hal. 32-33




 

 

 

Selasa, 15 Oktober 2013

Pemotongan dan Pembagian Hewan Kurban DI PON-PES NUR AL TAUHID

Alhamdulillah tahun ini Pon-Pes Nur Al Tauhid masih dapat menyelenggarakan penyaluran hewan kurban pada Iedul Adha 1434 H. Hewan kurban yang disalurkan tahun ini berjumlah 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang berasal dari instansi dan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah menyalurkan hewan kurbannya melalui Pon-Pes Nur Al Tauhid untuk dibagikan kepada masyarakan Bambu Kuning Marunda Jakarta Utara. Kami melihat begitu antusiasnya masyarakat untuk bisa mendapatkan bagian hewan kurban. Pemotongan kurban tahun ini kami Kami beri tema " Tebar Hewan Kurban ". Kami berharap ditahun ke depan lebih banyak lagi para dermawan yang mau menyalurkan hewan kurbannya melalui kami. Semoga apa yang kita kalukan ini mendapat keridhoan Allah سبحانه وتعالى .



                                 Kurban Sapi dari H. Armen Amier SH 
                                          Dirut TPT Pelabuhan Indonesia II 



                                          Kurban Kambing dari santri



.
Alhamdulillah 1 sapi bisa jadi 300 kantong, per kantong 1/2 kiloan daging


Minggu, 17 Maret 2013

Acara Maulid Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم Maret 2013




Turut hadir Ibu lurah Lagoa dan staf




Dihadiri aparatur pemerintah para Habaib para Ustad hingga masyarakat umum


Pembacaan sejarah kelahiran rosulullah Muhammad SAW diiringi alunan hadroh


Tausiyah Hb. Ali Hasan al-bahr Lc. Ma (Dosen UIN Jakarta)
Bertema Awal Kewajiban bagi manusia adalah mengenal Allah Swt. Beliau berpesan janganlah kita sebagai orang islam merasa bangga dengan berita masuknya para uskup atau pendeta kedalam islam. karena walaupun 1 milyar lebih uskup masuk ke dalam islam itu tidak menambah kebesaran islam. islam sudah besar sejak awal jadi tidak bertambah besar dengan masuknya siapapun. Adapun kalau para uskup itu benar-benar masuk islam maka itu hidayah bagi mereka dan keberuntungan bagi mereka.



Sambutan dari Walikota Jakarta Utara dalam hal ini beliau mewakili Gubernur DKI Jakarta Bapak H Joko Widodo yang berhalangan untuk hadir. Beliau berpesan agar acara maulid seperti ini terus diadakan khususnya di Tanjung Priuk Jakarta Utara yang terkenal sebagai tempat kemaksiatan hingga bisa merubah citra Tanjung Priuk dan bisa dicontoh oleh daerah-daerah yang lain.


Sambutan ketua Panitia Acara Maulid Nabi 2013 Hb Muhamad Quraisy Shahab


Ditaburkannya bunga melati nan wangi ketika Mahalul Qiyam


Semua berdiri berhidmat pada saat menyambut Ruh suci yang dilahirkan pada malam yang mulia itu yaitu Ruh Baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم





Doa yang dibacakan oleh Pimpinan PonPes Nur Al Tauhid Habib Abdullah bin Muhsin Alatas



Pembagian Nasi kebuli yang disiapkan panitia.

Semoga acara ini terus berjalan setiap tahun karna kita wajib bersyukur atas karunia Allah berupa hadirnya Nabi Termulia kepada kita. Walaupun ada segelintir pihak yang beranggapan maulid Nabi adalah Bid'ah itu di karena kebodohan mereka dalam menerima ajaran para ulama salaf. Semoga kita senantiasa berada dalam Petunjuk Allah dan sampai pada pintu keselamatan di dunia hingga akherat.